Rabu, 18 November 2009

Poster Dalam Pembelajaran

POSTER

Poster adalah salah satu media yang terdiri dari lambang kata atau simbol yang sangat sederhana, dan pada umumnya mengandung anjuran atau larangan (Depdikbud, 1988:50). Menurut Sudjana dan Rivai (2002:51) poster adaah sebagai kombinasi visual dari rancangan yang kuat, dengan warna, dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti didalam ingatannya. Poster disebut juga plakat, lukisan atau gambar yang dipasang telah mendapat perhatian yang cukup besar sebagai suatu media untuk menyampaikan informasi, saran, pesan dan kesan, ide dan sebagainya (Rohani, 1997:76-77).
Dapat dikatakan Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. Karena itu poster biasanya dibuat dengan warna-warna kontras dan kuat.
Poster mampu mempengaruhi perilaku, sikap dan tata nilai masyarakat untuk berubah atau melakukan sesuatu. Hal yang membuat poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang melihat karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual dan warna. Namun demikian, di masyarakat poster lebih banyak digunakan untuk kepentingan propaganda bisnis, promosi, sosial dan penanaman-penanaman nilai di masyarakat. Misalnya poster yang bertema tentang dilarang merokok, hindari obat-obatan terlarang, membeli produk dalam negeri, membeli produk sebuah perusahaan tertentu, gerakan orang tua asuh, gerakan keluarga berencana, budayakan membayar pajak, dan lain-lain. Dengan visualisasi yang kuat dan menyentuh, banyak masyarakat yang tergerak hatinya untuk melakukan seperti yang di informasikan dalam poster.
Poster bisa menjadi sarana iklan, pendidikan, propaganda, dan dekorasi. Selain itu bisa pula berupa salinan karya seni terkenal. Dalam hal pendidikan Poster terdapat kelebihannya dengan harganya terjangkau oleh seorang guru tetapi ada juga kelemahannya dikarenakan media poster berdimensi dua, sehingga sukar untuk melukiskan sebenarnya. Poster yang dibuat untuk pendidikan dan pendidikan pada prinsipnya merupakan gagasan yang diwujudkan dalam bentuk ilustrasi objek gambar yang disederhanakan yang dibuat dengan ukuran besar.

A. Penggunaan Poster dalam Pembelajaran
Menggunakan poster untuk pembelajaran dapat dilakukan dengan dua cara yaitu :
(1) Digunakan sebagai bagian dari kegiatan belajar mengajar, dalam hal ini poster digunakan saat guru menerangkan sebuh materi kepada siswa (poster sebagai media pembelajaran), begitu halnya siswa dalam mempelajari materi menggunakan poster yang disediakan oleh guru. Poster yang digunakan ini harus relevan dengan tujuan dan materi. Poster disediakan guru baik dengan cara membuat sendiri maupun dengan cara membeli / menggunakan yang sudah ada. Dalam penggunannya poster di pasang di tengah kelas pada saat dibutuhkan dan di tanggalkan lagi setelah pembelajaran selesai. Misaknya guru membelajarkan siswa tentang teknik menulis karangan naratif tentang pentingnya buang sampah pada tempatnya. Kemudia guru memasang sebuah poster tentang akibat membuang sampah sembarangan. Guru menugaskan siswa untuk mengamati poster tersebut lalu kemudian siswa diperintahkan untuk membuat karangan berdasarkan poster tersebut.

(2) Digunakan di luar pembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi siswa, sebagai peringatan, ajakan, propaganda atau ajakan untuk melakukan sesuatu yang postitif dan penanaman nilai-nilai sosial dan keagamanaan. Dalam hal ini poster tidak digunakan saat pembelajaran namun di pajang di dalam kelas atau disekitar sekolah di tempat yang strategis agar terlihat dengan jelas oleh siswa. Misalnya ajakan untuk rajin menabung, senantiasa membuang sampah pada tempatnya, mengingatkan untuk melaksanakan ibadah, tidak mencontek, dan lain-lain. Perbedaan antara poster yang digunakan dalam pembelajaran dan diluar pembelajaran tidak memiliki perbedaan yang mendasar. Perbedaannya hanya pada penyimpanan, dan tema-tema yang dipilih, untuk poster pembelajaran biasanya mengangkat tema-tema yang spesifik sesuai dengan kurikulum, sedangkan poster untuk pajangan biasanya menggunakajn tema-tema umum dan universal sehingga tidak lapuk oleh zaman. Kedua jenis poster tersebut jika dilihat dari teknik dan prinsip-prinsip pembuatannya sama tidak memiliki perbedaan.

B. Fungsi Poster
1.Sebgai bahan untuk mengembangkan ide dan kreativitas.
2.Sebagai bahan pelajaran untuk suatu topik atau masalah tertentu.
3.Sebagai alat membangkitkan motivasi.
4.Sebagai petunjuk untuk dikerjakan peserta didik.
5.Sebagai alat pendidikan preventif.

C. Pencapaian Tujuan
Kognitif : Membantu anak memahami materi yang diberikan.
Psikomotor : Mengajak siswa untuk belajar menggunakan dan membuat poster.
Afektif : Mempengaruhi perilaku peserta didik.

D. Cara Membuat Poster
Tentukan konsep pokok yang aka dipublikasikan kepada khalayak umum.
Pahami kembali intisari atau pernyataan pokok yang akan dituliskan dalam poster.
Tentukan ukuran poster
Tentukan unsur-unsur apa yang dibutuhkan untuk membuat poster.

E. Prinsip Pembuatan
a.Poster dapat ditangkap penglihatan dengan seksama.
b.Poster harus mampu menarik perhatian.
c.Poster harus dapat mengemukakan ide dan maksud melalui fakta yang nampak.
d.Dapat mempengaruhi orang yang melihat.

F. Kelebihan Poster sebagai Media Pembelajaran :
1.Harganya terjangkau.
2.Mempermudah guru untuk menyajikan materi dan mempermudah peserta didik dalam belajar.
3.Lebih menarik perhatian murid.
4.Praktis dan mudah dalam penggunaan.
5.Tahan Lama.
6.Dapat dipakai sebagai media untuk mempengaruhi tingkah laku.

G. Kelemahan Poster sebagai Media Pembelajaran :
1.Informasi yang dimuat terbatas.
2.Karena Poster berdimensi dua, sehingga sukar untuk melukiskan sebenarnya.
3.Tidak semua materi mudah divisualisasikan melalui Poster.
4.Sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan orang yang melihat.
5.Bila poster dipasang terlalu lama, maka akan membosankan.

H. Perawatan
1.Lapisi dengan lastik agar tidak terkena Debu
2.Sebaiknya jangan digulung, tetapi taruk dirak yang luas.
3.Bersihkan dengan teratur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar